ARTIKEL RUMAH SYARIAH

RUMAH MURNI SYARIAH

[Rumah Syariah][grids]

LISTING

[Listing Rumah Syariah][grids]

Kapan Seharusnya Meninggalkan Riba ?


KlikRumahSyariah.com - Kapan seharusnya meninggalkan riba – Sahabat rumah syariah, Kalau sekarang Anda terlilit riba, sebenarnya bukan hal yang aneh. Karena justru yang aneh itu kalau Anda tidak terjebak riba. hehehehe..

Nggak percaya? Coba sekarang pejamkan mata, lalu tunjuk satu orang. Siapa saja di dekat Anda. Niscaya orang yang sudah Anda tunjuk itu sedang terlilit riba!

Woowww… Kok sampai segitunya? Iya, karena memang sekarang sudah zamannya. Nabiyyina Muhammad SAW sendiri sudah mengingatkan, bahwa akan datang suatu zaman, dimana riba akan merajalela, tidak satupun tersisa orang kecuali pasti akan memakan riba. Minimal terkena percikan riba.

Nah, lantas gimana dong? Saat ini kan susah untuk keluar dari kubangan ribawi?

Bukan susah.. Tapi masih ada yang belum benar. Apa itu? Yah mindset Anda itu.

Anda selalu memelihara mindset ‘pengecut’ dengan mengatakan “Saya tidak mau riba, saya akan segera berhenti, tapi nanti setelah saya siapkan dulu semuanya.”

Apa yang terjadi?

Kalau Anda pengusaha yang modalnya riba, Anda akan berfikir bahwa “Saya akan putus hubungan dengan modal riba, tapi setelah saya cari dulu modal yang bebas riba.”

Jika Anda seorang yang sedang KPR Rumah di perbankan, ingin berhenti KPR karena Anda tahu itu riba, maka yang Anda lakukan terus mencari cara gimana agar dapat uang untuk melunasi hutang tertunggak.

Bila Anda sedang ‘punya’ mobil leasing (Saya beri tanda kutip karena mobil leasing belum hak milik), Anda akan berputar-putar pada lisan Anda, “Saya tahu mobil leasing itu riba dan bathil. Saya akan coba cara yang halal bagaimana supaya mobil ini bisa saya bayar lunas.”

Apakah Anda termasuk orang yang punya mindset seperti di atas? Coba dicek, apakah Anda benar-benar berhenti dari praktik riba tersebut?

Jawabannya : TIDAK..!!

Mengapa? Karena mindset Anda itu keliru. Anda sebenarnya selalu ingin ada solusi yang halal atas perbuatan haram yang sedang Anda lakukan yang notabene masih Anda pertahankan..!!

Buktinya, Anda masih saja terus berbisnis dengan modal riba, tetap tambah plafon modal ke perbankan. KPR riba setiap bulan tak pernah ditinggalkan. Mobil leasing masih tetap dipakai kemana-mana.

Lalu, sampai kapan Riba nya berhenti kalau mindsetnya begitu terus? Sadaaaarr !!!

Nah, mindset yang benar seperti apa?

Baja juga : Benarkah Rumah Syariah Lebih Mahal Daripada KPR Bank ?

“BERHENTI seketika Anda tahu itu RIBA atau berusaha untuk berhenti sampai pada ambang batas kemampuan Anda.”

Seperti dahulu umat Islam ketika datang perintah haramnya minuman keras, seketika semua kendi-kendi di hancurkan, bahkan seteguk minuman keras yang sudah di mulut pun ikut dimuntahkan. Lantaran hukum larangannya sudah datang.

Bgitupun dengan para wanita muslimah tatkala mendengarkan perintah wajibnya menutup aurat. Maka di antara mereka mengambl kain apa saja di sekitar mereka untuk menutupi auratnya. Karena perintah wajibnya berhijab telah tiba.

Mana ada mereka itu mengatakan, “Memang sih minuman keras dilarang dan kita akan berhenti. Tapi kita habiskan dulu yang sekarang sudah ada”.”Menutup aurat memang sudah wajib, kita harus menutup aurat, tapi tunggulah kita buat hijab dulu di tukang jahit” 😀

Inilah mindset yang benar itu.. !!

Aplikasinya juga sama persis yang dilakukan oleh Siti Hajar ketika ditinggalkan oleh suaminya Nabiullah Ibrahim AS di padang gersang nan tandus. Ia bersama dengan anak bayi mungilnya Ismail AS ketika itu.

Apa ya kira-kira yang dikatakan oleh Siti Hajar saat nabi Ibrahim hndak meninggalkannya? Kira-kira beliau bicara seperti ini, “Kalau memang engkau tinggalkan kami di tengah gurun gersang nan tandus ini atas perintah Allah SWT, maka pergilah suamiku.”

Siti Hajar dengar, patuh dan take action ! Padahal di gurun itu, tak ada air sama sekali. Sementara ia memiliki seorang bayi mungil yang sewaktu-waktu butuh asupan makanan dan minuman.

Dia tak pernah mengatkan seperti ini, “Suamiku, kita tahu ini perintah Allah SWT. Tapi tolonglah, engkau pastikan dulu sebelum engkau pergi ada air yang bisa kami minum selama ditinggal pergi.”

Tapi masyaAllah.. Siti Hajar memberikan pelajaran besar akan arti dari suatu mindset yang benar.

Dia terima ketentuan Allah SWT, dia mau ditinggalkan bersama anak bayinya tanpa air setetes pun. Lalu setelah ia ditinggalkan, ia berusaha semaksimal mungkin berjalan antara bukit shofa dan marwah, namun tak ada satupun sumber mata air yang didapatkannya, kecuali hanyalah fatamorgana!

Namun tak disangka dan dinyanya, sumber mata air kehidupan itu justru muncul dari bawah kaki kecil Ismail, keluar dari tempat yang tak berhubungan sama sekali dengan ikhtiar yang dilakukan Siti Hajar. Itulah yang kemudian kita kenal dengan air zamzam. Airnya telah diminum oleh manusia segala zaman dan dari penjuru dunia tak habis-habis.

Mengambil pelajaran dari Siti Hajar dan dikaitkan dengan fenomena riba ini, maka seharusnya yang kita miliki adalah:

1. Mindset Yang Benar

Kalau haram, berhenti. Stop usaha yang modalnya riba. Stop KPR rumah yang riba. Stop mobil leasing yang sudah jelas riba. JANGAN MIKIR SOLUSINYA dulu..

2. Ikhtiar Maksimal

Setelah Anda stop semuanya, potensi yang Anda miliki, gunakanlah secara marathon. Dulu Anda cari modal riba, membayar KPR riba, beli mobil leasing semangat 45, sekarang Anda harusnya semangat 90. Tiada hari kecuali mencari solusi. Untuk apa? Ya untuk membayar kerugian akibat usaha riba yang Anda tinggal. Kejar lagi untuk bisa punya rumah secara syar’i dan beli mobil dengan cara cash !!

3. Persiapkan Diri

Ketika sudah benar mindsetnya, ikhtiarnya maksimal, giliran Anda PERISAPKAN DIRI. Untuk apa? Terhadap KEJUTAN solusi dari Allah SWT. Persiapkan diri untuk terima air zamzam atas segala kebutuhan Anda dan bagi segala masalah yang sedang menimpa Anda.

Ingat, Allah akan mendatangkan jalan keluar yang banyak (subulanaa) dan yang tidak disangka-sangka (laa yahtasib) jika kita berhenti dulu melakukan yang haram dan ikhtiar maksimal yang melibatkan tawakkal kepada Allah SWT.

Jadi, kapan seharusnya meninggalkan riba?

SEKARANG !!! Atau mau taruhan dengan AJAL!?

Salam,
Rudini
Founder Developer Property Syariah Indonesia

1 komentar: